Petani Pulau di Bintan Tanam Padi Lahan Kering, Dukung Swasembada Pangan
Bintan — Semangat mendukung program swasembada pangan tidak hanya datang dari wilayah daratan. Para petani di wilayah kepulauan Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, juga mulai mengambil peran aktif dalam meningkatkan produksi pangan lokal.
Salah satu contohnya terlihat di Desa Air Gelubi, Kecamatan Bintan Pesisir, yang merupakan wilayah pulau terpisah dari Pulau Bintan. Kondisi geografis yang berbeda serta keterbatasan lahan sawah tidak menyurutkan semangat Kelompok Tani (Poktan) Tanjung Sengkuang Indah untuk tetap membudidayakan padi.
Karena tidak memiliki lahan persawahan, para petani di desa tersebut memilih budidaya padi lahan kering sebagai solusi. Pada Senin (9/3), Poktan Tanjung Sengkuang Indah yang dipimpin oleh Slamet Hartono melaksanakan kegiatan tanam bersama padi varietas unggul baru (VUB) Cakrabuana Agritan di lahan seluas sekitar 1 hektar.
Kegiatan ini mendapat pendampingan dari Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Bintan Timur, Intan Putri Rahmadhani, bersama tim penyuluh pertanian. Pendampingan dilakukan untuk memastikan penerapan standar budidaya padi lahan kering berjalan dengan baik.
Selain itu, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Melli Fitriani, Penanggung Jawab Program Swasembada Pangan Kabupaten Bintan dari Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kepulauan Riau, yang memberikan dukungan inovasi teknologi pertanian, termasuk benih unggul bersertifikat untuk meningkatkan produktivitas tanaman.
Dukungan juga datang dari Bidang Tanaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bintan, yang turut hadir dan memberikan bantuan sarana produksi pertanian (saprotan) guna menunjang keberhasilan budidaya.
Kolaborasi berbagai pihak ini menunjukkan kuatnya sinergi antara petani, penyuluh, dan pemerintah dalam mendorong keberhasilan program swasembada pangan di Kepulauan Riau, khususnya di Kabupaten Bintan.
Ke depan, diharapkan budidaya padi lahan kering tidak hanya berhenti di Poktan Tanjung Sengkuang Indah. Program ini diharapkan dapat dikembangkan dan diikuti oleh kelompok tani lainnya di Desa Air Gelubi, sehingga potensi pertanian di wilayah kepulauan dapat terus berkembang dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah.
Dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah dan semangat para petani diyakini menjadi kunci keberhasilan pengembangan pertanian di wilayah kepulauan.